Jay Merana………

29. 12. 2007 um 14:44 Uhr

Eh… usut di usut. ternyata si jay ama janggel dah putus.
Makanya jay, kalo punya cewek buruan di rabi, jgn di pacari
aja, ente sich jay, di gorang goreng tok. huaaaaaaaaaaa

Kene ayem” mari rabi… ehh malah konco siji iki susah.
Untuk pas aku rabi jay, lak pas acara bebas ngunu.
Tak tukokne anggor kolesom kowe.. huakakakakakak.

Ayo jay, monggo, di pangan sotone.
Injeh ped injeh…
jay tibak e maniak soto pisan.

Pas jay ama pak kettu udah pulang, ada keunikan yang saya
malah ndak tau, ternyata tradisi di kampung istri sayah.
Kalo pas acara nikah turun hujan, baju sayah, baju istri.
Dan Baju mertua di minta untuk di buang ke atas Rumah.

ehhh… beneran, tak lama kemudian hujan reda.

Makan Soto…

28. 12. 2007 um 13:41 Uhr

Hue.. hue… banyak cengengesan nya disini yach, pemirsa.
Pak kettu, monggo di untal sotone.. huaaaaaaaaaaa
monggo di dahar sotonipun, mantuk” pak kettu.
Yuh, kasihan, kayaknya dia laper banget. hbs kena ujan.
Tak lama kemudia, setelah hujan usai..
Dateng Jaylangkung dengan membawa Genio nya.
wuih………. guayame jay…

Selamat”… katanya si jay… oh iya jay, moga kamu cepet nyusul
ma si janggel yach.

Acara Berjalan Lancar…

27. 12. 2007 um 12:30 Uhr

Waktu sudah hampir menginjak sore, saat itu jam 3.
Prosesi acara walima an usai sudah.
BUyar…….. buyar………….. hue hue…….
Salam-salaman lagi dech, kesell……………

Sore itu, sekitaran jam 16:00 ada tlf masuk berdering.
Halo halo halo mas… iki aku Pak Kettu, alamat mas dimana ?
Ini aku lagi kehujanan..
Tak lama kemudian, dengan jalan terbopoh”, pak ketu masuk rumah
dengan sedikit basah bajunya.

Mendengarkan cerita para sesepuh tentang pernikahan

26. 12. 2007 um 15:24 Uhr

Banyak orang bilang, menikah itu rawan menginjak awal” bulan.
Terutama sampai bulan ke 3. Hm… gimana yach, sampai hari ini
usia pernikahanku genap 2 Bulan. Masih nyaman” aja kok, semua
tergantung yang orangnya sich. Yang ngelakoni kalo istilah jawanya.
Saling menghargai, saling mengasihi dan menyayangi.
Alhamdulillah, aku sayank banget ama istriku.

Kok Para sesepuh pada guyonan ya di walima an ini. kok malah pada
ngomongin masalah mecah duren… mecah duren…. pruakk..
Hue hue… Makasih pak Kyai, makasih para undangan semua, makasih
sobat”ku yang udah hadir dan menemaniku.

Duh… panasnya duduk disini, gak ada kipas lagi…………….

Ternyata menikah itu tidak swulit.

25. 12. 2007 um 10:54 Uhr

Setelah ijab kabul selesai, memasuki acara foto” dech.
jepret.. jepret.. jepret… mrenges sana.. mrenges sini. hikss…
Datanglah acara resepsi……………………….
Hue hue hue… dengan memakai Jas Warna hitam, Istri cantikku berjalan di sampingku, menuju tempat keramaian, di atas genjot.. hehe.
Dag dig dug… ternyata aku nyaman” aja, sama sekali gak gemeter ato nderedeg.
Huh… kata temen” ku, menikah itu kudu di persiapkan ?
Ternyata aku bikin santai” aja juga jadi. apalagi pas ijab kabul.
Lancar gan… malah maunya aku di ulang lagi ,… hue hue..

Mendengarkan cerita para sesepuh tentang pernikahan……………………………………..

Menikah noped & ita

24. 12. 2007 um 13:26 Uhr

Tanggal 21 Desember 2007, ya ya ya….  Hari itu, hari yang aku tunggu selama berbulan-bulan akhirnya tiba. Ku ingin masa lajang dan sendiriku aku akhiri pada hari itu juga. Aku dah cukup capet dan bosan menjadi anak jalan yang suka keluyuran, hehe…. gelandangan kaleee…………

Dulu aku berfikir bahwa orang yang menikah artinya mereka telah mencapai tingkat kedewasa an tertentu. Dengan kata lain, orang yang belum menikah itu berarti belum dewasa…  kasarnya seperti itu.

Hari itu, masa lajangku telah usai. tepat pada hari jum at.
Hue hue hue… Ijab kabul, Syah ? Syahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh
Wadaw…. semua orang di sekeliling teriak sekuat” nya.

Bersambung…………..

Menikah Muda

11. 12. 2007 um 18:42 Uhr

Menikah memang dianjurkan dalam Islam terutama mereka yang masih muda usia. Rasulullah SAW bersabda,”Wahai para pemuda, siapa diantara kalian yang telah mampu, maka menikahlah . . “.

Namun bila belum mampu baik secara finansial maupun juga dari segi-segi yang lain, maka menikah bukan merupakan solusi yang terbaik. Karena anda harus menambah beban kehidupan yang lebih banyak. Karena pernikahan itu tidak lain adalah tanggung-jawab.

Karena itu sikap tawazun adalah lebih utama. Memang banyak sekali orang yang menganjurkan menikah dini dengan disertai dengan beragam dalil serta contoh. Untuk beberapa kasus dan kondisi, bisa saja menjadi solusi tepat, tetapi bukan berarti menikah dini menjadi satu-satunya solusi tetap. Bahkan bila salah perhitungan, bukan solusi yang didapat melainkan masalah baru.

Readmore »

Category Islam | Comments (2)

Anjuran Islam untuk Menikah

11. 12. 2007 um 18:37 Uhr

Menikah, di samping sebagai ibadah, juga seringkali disosialisasikan sebagai sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bahkan ada sebuah teks yang menyatakan bahwa dengan menikah seseorang sudah dianggap beragama separuh, tinggal meraih separuh yang lain.

Dari Anas radhiyallahu anhu, dikatakan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Siapa saja yang menikah, ia telah menguasai separuh agamanya. Hendaklah ia bertakwa (kepada Allah) atas separuh yang lain”. Redaksi hadis ini diriwayatkan Ibn al-Jawzi, tetapi dia sendiri menilainya lemah. Dalam redaksi lain, yang diriwayatkan Imam al-Hakim, dari Anas radhiyallahu anhu, berkata: Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Siapa yang dianugerahi istri shalihah, sungguh ia telah dibantu dalam separuh urusan agama, maka bertakwalah (kepada Allah) atas separuh yang lain”. (Riwayat Ibn al-Jawzi, lihat: Kasyf al-Khafa, II/239, no. hadis: 2432).

Dalam catatan komentar Ibn Hajar al-‘Asqallani (w. 852H), teks-teks hadis seperti ini sebenarnya lemah, sehingga hanya bisa dipahami substansinya saja, tidak pada kebenaran detail literalnya. Substansinya adalah mengenai motivasi dan anjuran menikah. Anjuran ini ada dalam berbagai riwayat hadis (Fath al-Bari, X/139). Di antaranya mengenai menikah sebagai sunnah Nabi Dari Aisyah radhiyallahu anha, berkata: bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Menikah adalah sunnahku. Siapa yang tidak mengamalkan sunnahku, ia bukan termasuk ummatku. Menikahlah karena aku akan senang atas jumlah besar kalian di hadapan umat-umat lain. Siapa yang telah memiliki kesanggupan, menikahlah. Jika tidak, berpuasalah karena puasa itu bisa menjadi kendali” (Riwayat Ibn Majah, lihat: Kasyf al-Khafa, II/324, no. hadis: 2833).

Readmore »

Category Islam | Comments (2)

Jika Hidup Adalah Permainan, Inilah Aturan Mainnya.

05. 12. 2007 um 15:02 Uhr

Terjemahan bebas dari materi oleh:
Cherie Carter Scott, PhD
The CEO’s Guardian Angel
Pengarang buku “If Life Is A Game, These Are The Rules”

ENGKAU TURUN KE DUNIA DIBERI TUBUH

Engkau mencintainya atau tidak mencintainya, ia diperuntukkan bagi
hidupmu. Jadi terimalah. Apa yang berarti adalah apa yang ada di
dalam.

ENGKAU AKAN DIHADAPKAN PADA PELAJARAN

Hidup adalah pengalaman belajar yang ajeg, di mana setiap hari adalah
kesempatan untuk belajar lebih banyak. Semua pelajaran itu,
diciptakan khusus hanya untukmu. Mempelajarinya adalah kunci untuk
menemukan arti dan relevansi bagi hidupmu.

Readmore »

9 Penyebab Ketakutan Berbicara di Depan Umum

04. 12. 2007 um 10:47 Uhr

Hampir kebanyakan orang yang pernah merasakan berbicara didepan umum, pasti pernah mengalami ketakutan. Keringat dingin, gelisah, selalu merasa ingin ke toilet adalah sebagian refleksi dari rasa ketakutan tersebut. Berdasarkan hasil penelitian ada 9 penyebab ketakutan yang signifikan ketika berbicara didepan umum :

1. Takut akan gagal, ingin selalu sukses dan takut gagal malah kadangkala membuat ketakutan itu semakin besar.

2. Tidak ada rasa percaya diri, merasa diri tidak mampu untuk melakukan hal tersebut.

3. Traumatis, memiliki rasa takut dan merasa sendirian ketika berdiri di panggung dan semua mata melihat padanya.

4.Takut dinilai/dihakimi, hal ini terjadi karena adanya perasaan takut ketika banyak orang membicarakan dirinya atau pendapatnya.

5. Terlalu perfeksionis, perfeksionis baik, tetapi terlalu perfeksionis dan berharap terlalu banyak pada dirinya sendiri malah membuat efek negatif.

6. Takut akan orang banyak, merasa tidak nyaman dan tidak percaya diri ketika berbicara di depan puluhan, ratusan atau ribuan orang.

7. Kurangnya persiapan, persiapan yang minim membuat rasa takut untuk berbicara di cepan umum ini semakin menjadi-jadi.

8. Stress, menghindari stress ketika berbicara di depan umum.

9. Blank, takut tidak tahu apa yang harus dilakukan, apa yang harus dibicarakan ketika berbicara didepan umum.

Semua penyebab ketakutan diatas harus diatasi, pahamilah bahwa semua orang mengalaminya bahkan pembicara hebatpun pasti pernah mengalaminya. So…kenali dan taklukan penyebab rasa takutmu.