Menelusuri Kintamani
Pagi ini tak serasa seperti pagi-pagi sebelumnya, alarm BB ku setel jam 6.30 pagi berharap agar bangun dan bergegas mandi. Biar lebih singkat istriku masak indomie goreng pake telor sajah. Beberapa hari sebelumnya aku sempet di pm oleh mas jack untuk ke trunyan, yeahhhh…. kalo ga ada halangan merintang aku bisa ikud mas, kebetulan aku lom pernah ke trunyan.
Setelah semua Siap, ku tancap gas mio menuju rumah mas jack yang terletak di sesetan, sampe sono ternyata udah ada beerapa temen-temen dari kaskus reg bali, yuli, budi, enel dll, ternyata mas jack hanya comot beberapa temen saja, jadi ga semua di ajak, termasuk aku di comot dari lareosing dan yuli, enel, budi dari kaskus reg bali.
Basa-basi busuk sebentar, Avanza sewa-an kami datang di antar pemilik, aku cek kiri kanan, dalam luar crott, test crot crit semua aman. Kami bergegas menuju Kintamani, total yang ada di mobil Delapan orang. Menempuh perjalanan 2 jam lebih sambil ber hoho hi heee, guyonan dan ngemil, akhirnya kamu ber delapan sampe juga di kintamani, Restaurant temen mas jack.
Jangan sia-siakan kesempatan, mari gunakan Sony Cybershot DSC W35



Setelah berfoto sejenak, kami kembali ke Restaurant temen mas jack untuk menikmati hidangan yang sudah di sediakan gratis, lah di bayar ga mau, ya sudah, akhirnya makanan, kopi, buah dll ga bayar, makasih mas jack, sedikit malu sih kami, tapi mo gimana lagi, paksa an datang dari mas pemilik restaurant untuk tidak membayar.
Arrghhh………….. Perut kenyang, kami melanjutkan perjalanan menuju dermaga yang akan mengangkut kami ke trunyan di dampingi pak temen mas jack, narsis lagi ? ga capek memang. Untuk menyebrang ke trunyan kami harus merogoh kocek 400 rb untuk satu boat, harga yang lumayan mahal tetapi sebanding dengan yang kami lihat.


Hus hus………. ayok pada pakek pengaman biar kalo boat kebalik ga tenggelem



Sepanjang perjalanan di atas boat kami bisa menikmati sekeliling pemandangan yang indah, kami pikir boat ini akan berjalan lambat, karena sebelumnya mesin sedikit ngambek, di idupin beberapa kali hanya bersin-bersin aja, ternyata bisa lari kenceng juga sampai percikan air naik ke atas, hiks basah.

Urrgghhh…….akhirnya kami sampai juga setelah menikmati selama 20 menit nyebrang ke desa trunyan, saat nya melihat mayat yang di letakkan di bawah pohon dengan tanpa bau.

Cukup ini saja fotonya, hehe serem…

Disini kami di pandu oleh pengurus desat adat Trunyan, salah seorang bapak menjadi guide kami, bapak ini menceritakan tentang awal mula kuburan, pohon dan jumlah mayat berada disini. Setelah semua merasa puas kami melanjutkan perjalanan lagi menaiki boat sewa an menuju Pemandian Air Hangat, kami di antar oleh bapak temen mas jack untuk menuju kolam.
Selagi menunggu bapak temen mas jack mengambil mobil kami duduk santai sambil minum kopi


Lagi-lagi disini kami tidak di perbolehkan untuk membayar kopi oleh bapak temen mas jack, jiah….. gratisan lageeeeeeeee….
Sayang banget beberapa temen tidak membawa baju untuk ganti, akhirnya yang mandi hanya budi dan wowo
Narsis Lagi !!!!!!!! Biar Bosen Deh !!!!!!!!!!!




Perjalanan Kami Lanjutkan ke Tanah Lot










