Wedi Ireng Beach

Namanaya unik, jika di artikan ke dalam bahasa jawa artinya “takut hitam” kerena tersengat matahari secara langsung, bukan itu saja untuk mengunjungi tempat ini (jika naik perahu nelayan biayanya 25rb sekali jalan) tapi kami lebih memilih jalan kaki karena penasaran sama trek nya.

nn

dd

Di temani danang minggu 13 november 2016 sebelumnya kita mampir dulu di pantai Mustika, sebenarnya pantai ini adalah deretan pantai Lampon, Lokasinya ada di 65 kilometer sebelah selatan pusat kota Banyuwangi, terdapat kampung kecil. Kampung ini pernah di terjang Tsunami besar pada tahun 1994 dengan total korban 214 meninggal dan tersisa 1 Musholla yang masih berdiri kokoh.

img_9155

img_9118

img_9268

Untuk menuju Pantai Wedi Ireng, kendaraan bisa di parkir di sekitaran TPI, lalu di lanjutkan jalan kaki menuju muara sungai, sekali nyebrang ongkosnya Rp. 3 ribu, bapak nelayan ini yang selalu stand by di pos jika ada pengunjung akan nyebrang

img_9190

Setelah menyeberangi muara ada jalan setapak, sebelum masuk hutan kanan kiri terdapat pohon pisang, jalannya nanjak trus, hutannya lebat dan butuh sekitar 30 menit untuk sampai di Pantai.

img_9237

Inilah Pantai Wedi Ireng, pada sisi barat ga sempet moto, cerita nelayan setempat dulu sebelum terkena tsunami tahun 1994 semua pasir berwarna hitam, kondisi sekarang sudah bercampur. Pantai Wedi Ireng mempunyai bentuk seperti huruf “W”, letaknya di dusun pancer, desa sumberagung, kecamatan Pesanggaran – Banyuwangi.

Disini sudah tersedia penyewaan Snorkeling dengan harga Rp 25 ribu, sayang sekali untuk tenda belum ada yang menyewakan.

img_9261

Langit runtuh di bawah pembangunan TPI nelayan pancer


Komentarmu