Baksos – Anak Alam, Songan Kintamani

Minggu, 14 February 2010 – Pagi itu aku bergegas untuk siap-siap mengikuti Baksos ala Kaskus Reg Bali. Tujuan Baksos adalah Komunitas Anak Alam – Br. Ulun danu, Songan, Kintamani, Bangli – Bali http://anakalam.org Dalam Baksos Kaskus reg Bali ini melibatkan banyak pihak, selain dari donatur kaskus bali, juga mendapat Sponsor dari Telkomsel
Rombongan kami meluncur dari kosan Yully di Panjer sekitar jam 8:45, total mobil ada 8 2 Innova Telkomsel, 1 Teranno, 1 Kijang LGX, 1 Kijang Grand Extra, 1 Avanza, 1 Cheverolet LX300, 1 Jimny dan 12 motor.





Setibanya di Kintamani, kami penyempatkan untuk beristirahat dulu guna ngademin mesin motor, mobil dan mesin otak kita-kita.



Setelah beristirahat sejenak, ada yang makan mi, ngopi, ngerokok, datanglah jemputan kami dari Pendiri Komunitas anak alam yaitu bli Pande beserta rekan nya mengendarai motor. Tak berselang lama, iring-iring an mobil kamipun berjalan menelusuri jalan aspal yang begitu sempit.
Akhirnya kami pun sampai di tempat pertama, yaitu di Rumah baca anak alam Setelah menurunkan beberapa barang bawa an, kamipun melanjutkan perjalanan ke atas.

Akhirnya perjuangan kami melewati jalan yang begitu sulit sampai juga.



Pande Putu Setiawan, ya…. sambutan bli satu ini sangat baik sekali ketika kami datang. Pande Putu Setiawan adalah sosok orang yang patut di jadikan tauladan, dia rela meninggalkan Dunia luarnya demi mengasuh anak yang tidak sedikit. Disini, di tempat ini ternyata kondisinya sangat memprihatinkan sekali, kondisi yang sangat minim yaitu SDM nya.
Bahkan untuk mengkonsumsi air bersihpun, warga disini hanya mengandalkan air hujan. Pada intinya di sini masih membutuhkan banyak sekali di antaranya, baju seragam sekolah, sepatu, alat tulis, buku-buku pengetahuan, jaket, makanan dll.









Kasihan Sekali kau nak……
Mukamu begitu lusuh…
Badanmu begitu tidak terawat…
Padahal, kau adalah generasi bangsa ini….
Kau adalah penerus bangsa ini……
Se usiamu dulu, aku sudah isa bermain dan belajar lebih baik….
Tapi kau tidak, kau ikut juga dalam antrian ini…
Padahal, kau masih harus di dalam dekapan ayah dan ibumu….

Mari kita lebih bersyukur pada yang di atas, bahwa hidup kita selama ini lebih baik dari pada mereka.
Seperti inilah kondisi Rumah warga disini, atap menggunakan bambu, sebagian rumah sudah ada yang mau roboh. Bahkan, disini tidak ada yang mempunyai kamar mandi pribadi, untuk melkukan semua hal itu, mereka menggunakan fasilitas satu untuk semua, kalo terpaksa pun malam hari kebelet, ya di semak-semak geti deh, huehuehueee…






Terimakasih anakalam, terimakasih temen-temen kaskus bali.
Hatiku semakin terbuka sepulang dari sana, aku lebih bisa memaknai hidup ini, lebih berucap syukur kepada ALLAH SWT. Ternyata hidupku masih lebih beruntung, masih lebih layak, di banding anak-anak itu.












