Sedino Ring Banyuwangi

Minggu pagi……… 19 April 2009.
Ku terbangun oleh hangpeku sendiri jam 4.30, setelah tak pendelik i ternyata ada panggilan masuk bertuliskan nama “Laros Bali Andix Dudutz New” segera aku angkat…..

andhix : om wes tangi…………..
noped : wessssssssss tak jawab, padahal sing tas tangi, hehe..
noped : Pake ados ga ?
andhix : gakkkkkkkkk.. adem coyy
dalam pikiranku, ancene dasare arek kemprohh… semingguo ae kuat ga ados,

Baru inget aku kalo harus cepat bangun dan menuju ke banyuwangi, dan memang sudah aku rencanakan dari malam sebelumnya. Dengan embun yang masih menembus kulit” ini kupaksakan laju motor tetap stabil di kecepatan 70km/jam, pikerku… halah bahhh andix kademen, sing penting aku ga adem nemen wesan

Ngopi belum… rokok an juga belum…..
Tak apalah, agar sampai banyuwangi pagi dan sesuai dengan rencana awal…
Sepanjang jalan Kerobokan-mengwi-tabanan hingga soka jalan masih gelap, sesaat jari-jariku ini kaku akan memegangi rem MIO WHITE yang kami tumpangi. Truck” dari arah Gilimanuk terkadang membuat mata silau dan harus konsen memerhatikan garis tengah aspal.

Ndeng ( kadang aku nyeluk andik gendeng ) sorry ndik , diluk maneh nyampe soka.

Ketika melintasi jalan belok an kami melihat sepasang orang bertiga se akan” susah untuk terbangun, ehhhhhhhhh ternyata orang kecelaka an.
Srettttttttttttttt……………… ngerim ndadak mio ne. Ndeng wong tibo, tulungi yok. tanpa manjawab pertanya an ku si andhix ini langsung turun dan menghapiri 2 ibu an 1 anak yang masih berumuran 6 tahunan.

noped : Njenengan kesrempetzz bess ta mbak ?
si ibu : ora mas, ke bablasen atene ngerem ga nutut dadine bablas meh kecemplung kalenan.
si ibu : mah, sebutan gene koncone sitok e mboh sopo, sandalku kok ilang yo ?

noped & andhix : ( dalam hati )
andhix nguakak… mbaten sik slamet ae untung kok golek i sandal yo ndik.
Setelah kami menyetaterkan motornya kami berpamitan doloan karena kami liat si ibuk” dan anaknya tadi hanya hanya gubrat ndot..

Tancap gas lageeee… mata berpacu lagi dengan jalan yang ada di depan.
Sebelum sampai di perbatasan Jembrana & Tabanan kami melewati sebuah tikungan yang tidak terlalu tajam cuman memanjang, kecepatan kami tidak terlalu kencang sehhh……………

Srokkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk osrokk osrokk ossrokk osrokk srokkkkkkkk….. krokkkkkkkkkkkkk grekkkkkkk.. grekkkkkkkkkkkk……….

Ndlosorrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr……………….. …………………..

Njelebor kabeh suwal pas dyengkul…..mari nulungi uwong malah tibo dewe…
Ati” buat warga forum yang melintasi sepanjang Gilimanuk-Denpasar.
Banyak mobil membawa ikan dan airnya tumpah di tikungan” dan licin swekali.

4 Kommentare

  1. nice blog
    hehe

  2. nice blog, hehe
    mz,,, q di jadikan temen juga dunk

  3. mak nyusss wakakakaka..seng ati-ati too boss yen numpak

  4. wah lek moco critane dadi eleng jaman biyen…..

    am 11. 05. 2009 um 08:55 Uhr von sitibtg

Leave a Reply