18. 01. 2010 um 15:12 Uhr
Bedul, nama tempat wisata baru-baru ini yang berada di Banyuwangi Selatan
Tepatnya di Dusun Bloksolo, Desa Sumberasri, Kecamatan Purwoharjo. Kawasan wisata Mangrove ini dibuka, tepatnya sebelum Hari raya Idul Fitri 2009 lalu walaupun belum di buka secara resmi.

Di kawasan wisata bedul menawarkan wisata Mangrove alami. Untuk menuju ke Bedul, dari pusat Kota Banyuwangi anda bisa menempuh perjalanan kurang lebih 2 jam, baik menggunakan mobil atau motor, untuk rutenya sendiri dari Kota Banyuwangi anda bisa ke arah Rogojampi lalu Srono, melewati kota ikan Muncar, Pasar Sumberayu, Tegaldlimo, Jatirejo, Curah Jati dan akan baru sampai di pasar Sumberasri.
Readmore »
07. 01. 2010 um 08:33 Uhr
Sejarah, Letak dan Luas Kawasan
Sebelum tahun 1928, AH. LOEDEBOER seorang pemburu kebangsaan Belanda memiliki daerah Konsesi perkebunan di Labuhan Merak dan Gunung Mesigit. Beliau telah menaruh perhatian bahwa Baluran mempunyai nilai penting untuk perlindungan satwa mamalia besar. Pada tahun 1930 KW. DAMMERMAN yang menjabat sebagai Direktur Kebun Raya Bogor mengusulkan perlunya Baluran ditunjuk sebagai hutan lindung. Pada tahun 1937, Gubernur Jenderal Hindia Belanda menetapkan Baluran sebagai Suaka Margasatwa dengan ketetapan GB. No. 9 tanggal 25 September 1937 Stbl. 1937 No. 544. Selanjutnya ditetapkan kembali oleh Menteri Pertanian dan Agraria RI dengan Surat Keputusan Nomor. SK/II/1962 tanggal 11 Mei 1962. Pada tanggal 6 Maret 1980 bertepatan dengan hari Strategi Pelestarian se-Dunia, Suaka Margasatwa Baluran oleh menteri Pertanian diumumkan sebagai Taman Nasional.
Kawasan TN Baluran terletak di Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Propinsi Jawa Timur dengan batas-batas wilayah sebelah utara Selat Madura, sebelah timur Selat Bali, sebelah selatan Sungai Bajulmati, Desa Wonorejo dan sebelah barat Sungai Klokoran, Desa Sumberanyar.
Berdasarkan SK. Menteri Kehutanan No. 279/Kpts.-VI/1997 tanggal 23 Mei 1997 kawasan TN Baluran seluas 25.000 Ha. Sesuai dengan peruntukkannya luas kawasan tersebut dibagi menjadi beberapa zona berdasarkan SK. Dirjen PKA No. 187/Kpts./DJ-V/1999 tanggal 13 Desember 1999 yang terdiri dari: zona inti seluas 12.000 Ha, zona rimba seluas 5.537 ha (perairan = 1.063 Ha dan daratan = 4.574 Ha), zona pemanfaatan intensif dengan luas 800 Ha, zona pemanfaatan khusus dengan luas 5.780 Ha, dan zona rehabilitasi seluas 783 Ha.
Readmore »
11. 11. 2009 um 10:07 Uhr
1. Manyar
Jl. Gatot Subroto 110 BWI
Telp. (0333) 427373 – 427374
Fax. (0333) 424742
2. Watu Dodol
Jl. Raya Situbondo km. 14 BWI
Telp. (0333) 510048
3. Ketapang Indah
Jl. Gatot Subroto BWI
Telp. (0333) 422280 – 422281
Fax. (0333) 423597
http://www.ketapangindahhotel.com
4. Berlian Abadi
Jl. Yos Sudarso 165 BWI
Telp.(0333) 427688
Readmore »
24. 09. 2009 um 09:26 Uhr
Menikmati Lebaran di Bedul Raya.
Tempat wisata baru ini pernah di copas juga dari radar bwi ke lareosing.org
Mari Kita telusuri jalan menuju Bedul Raya.Hue hue hue….
Dari Pasar Sumberasri ( Kecamatan Purwoharjo ) Timurnya pasar Curah Jati.
Masuk ke Selatan……………
Bisa di tempuh 5 Km Melewati jalan Aspal sepanjang 3 km dan jalan blm di aspal 2 km.

Readmore »
04. 06. 2009 um 11:01 Uhr
Menulis Tentang Desa dan Kotaku…………
Tegaldlimo, Kecamatan paling ujung di Kabupaten Banyuwangi, terletak di Kota banyuwangi dan bisa di tempuh kurang lebih 50 KM dari pusat kota banyuwangi atau 1.5 Jam Melalui darat menggunakan Motor atau Mobil. Kecamatan yang mempunya luas Pertanian lebih di banding Kecamatan lain di kota Banyuwangi. Tak pelak jika masyarakat disana subur makmur dan tentram, dalam tanda kutip bagi yang mempunyai ladang pertanian luas. Kecamatan Tegaldlimo bisa juga di sebut Lumbung Padi nya Kota Banyuwangi, Roda Pertanian terus bergerak disini, Tanaman Padi, Kedelai, Semangka, Jeruk, Melon Tumbuh subur di kecamatan ini.
Kecamatan yang mempunya 1 SMA Negeri dan 2 SMP Negeri ini mempunyai taraf pendidikan yang lumayan handal, tidak jauh kalah di segi SDM nya di banding kecamatan lain yang berada di kota Banyuwangi. Mata pencaharian warga tegaldlimo bervariasi, Mulai dari PNS, Petani, Pedagang Kayu, Wiraswasta hingga Pencari pasir menggunakan Grandong ( Grandong, mobil modifikasian buata warga lokal ). Meskipun berada di kecamatan paling ujung timur Kota Banyuwangi, Sumber daya yang di hasilkan di tingkat pendidikan lumayan handal.
Kecamatan tegaldlimo juga mempunya tempat wisata yang bisa di andalkan seperti , Plengkung, Pancur, Pantai Triangulasi, Sadengan, Rowo Bendo. Plengkung merupakan Pantai bagi penggemar olah raga Surfing. Kebanyakan bule yang berdatangan ke tempat ini, bahkan penduduk lokal pun jarang datang ke tempat satu ini, menempuh Hutan dengan panjang 15 KM dan jalan rusak mungkin penyebab kurang minatnya penduduk lokal untuk datang ke tempat ini.
To Be Continue…………
20. 02. 2009 um 15:09 Uhr
LareOsing, Sego Tempong atau Nasi Tempong ini adalah salah satu makanan Khas Kabupaten Banyuwangi, Nasi dengan sambal khas ini, disantap dengan lauk pada umumnya, seperti ikan laut segar goreng, tempe dan tahu goreng, bisa juga ayam goreng dan empal. Namun yang paling khusus adalah sambalnya, karena diracik secara khusus. Mulai bahan tomat (ranti-bhs Using), serta terasi yang digunakan. Bahkan saking pedasnya, orang yang habis menyatap Nasi Sambal ini seperti di-Tempong (Tampar-bhs Indonesia). Nah, dari sinilah muncul istilah “Nasi Tempong” yang membuat penyuka makanan pedas menjadi ketagihan.Nasi ini sangat nikmat di sajikan dalam keada an malam hari sambil melirik keindahan kota banyuwangi. Warung Nasi kepunya an mbak Sum yang berada di samping Selatan Roxi ini sangat ramai sekali mulai sore hingga malam hari, tak pelak jika sering pelanggannya kehabisan menu hidangan jika datangnay sudah malam.
Readmore »
17. 02. 2009 um 09:48 Uhr
Mesin Mogok, Perahu Nyaris Tenggelam Dihantam Ombak

TRANSPORTASI: Beberapa perahu parkir di pesisir tepi hutan Mangrove di Bloksolo, Purwoharjo, Banyuwangi.
Mempersiapkan Desa Wisata Mangrove ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Para guide (pemandu wisata) tidak hanya diwajibkan menguasai Bahasa Inggris. Mereka juga harus siap lahir batin menghadapi situasi genting dimainkan ombak besar. Siang itu, Dewi Fortuna rupanya tidak berpihak kepada rombongan kami. Meski semuanya sudah siap di atas gethek, namun mesin tidak bisa berbunyi hingga 30 menit. Sebagian penumpang sempat panik. Ada juga yang sudah pasrah dan berdoa. Okto mencoba mengambil inisiatif membuat tebak-tebakan, sekadar untuk menghilangkan kepanikan. Sedangkan Pak Usman yang jadi nakhoda perahu, tampak bekerja keras berusaha menghidupkan mesin.
Sayangnya, mesin perahu tidak bisa hidup. Malah, mesin tersebut mengeluarkan asap dan percikan api. Kami pun berusaha untuk tidak panik. Setelah didiamkan selama beberapa saat, mesin dicoba untuk dihidupkan kembali. Akhirnya mesin gethek bisa hidup.
Kami semua spontan bertepuk tangan. Saya pun bisa tersenyum kembali dan langsung mengucapkan syukur.
Readmore »
17. 02. 2009 um 09:47 Uhr
Kaya Jenis Bakau, Jalan Tak Bisa Dilewati Mobil

INDAH: Panorama kawasan hutan mangrove di Dusun Bloksolo, Desa Sumberasri, Purwoharjo.
Banyuwangi akan segera punya Desa
Wisata Mangrove. Lokasinya berada di Dusun Bloksolo, Desa Sumberasri,
Kecamatan Purwoharjo. Berbagai persiapan untuk membangun kawasan wisata
alam itu sudah dilakukan. Salah satunya, pelatihan guide (pemandu
wisata) yang lakukan oleh instruktur Japan International Cooperation
Center (JICA). Untuk sampai ke Desa Wisata
Mangrove di Dusun Bloksolo, kami harus terlebih dahulu menyusuri areal
pertanian yang luas. Suasananya sangat segar. Tidak ada lalu lalang
kendaraan. Yang terlihat hanya para buruh pertanian menaiki sepeda
pancal melintas di sekitar lokasi tersebut.
Readmore »
06. 02. 2009 um 08:52 Uhr
Lamaran Unik yang Sarat Simbol Kelanggengan

LAMARAN: Upacara perang bangkat di Singojuruh, Banyuwangi.
Masyarakat asli Banyuwangi punya cara unik dalam melangsungkan pernikahan. Mereka selalu melakukan tradisi perang bangkat.
“Soraaak…, ayo maju!” tegas ketua rombongan mempelai pria saat berjalan mendekati rumah pengantin putri.
Dengan membawa berbagai kebutuhan rumah tangga, iring-iringan rombongan mempelai pria itu terus bergerak. Setiba di dekat rumah pengantin putri, mereka dihadang oleh jambangan. Terpasang selembar kain jarit yang diibaratkan sebagai gerbang.Dari dalam gerbang, salah satu keluarga pengantin putri yang jadi penjaga gerbang menanyakan keperluan datangnya rombongan tidak dikenal itu. Begitu dijawab bahwa maksud kedatangannya adalah melamar sang putri, penjaga gerbang itu langsung marah dan menolak mereka. “Kami akan tetap melamar sang putri,” tegas ketua rombongan pengantin putra.
Readmore »
03. 02. 2009 um 12:02 Uhr
Gelar Pelatihan Sepuluh Hari, Gaet Minat Anak Muda

LESTARIKAn BUDAYA: Pemuda Desa Kemiren, Kecamatan Glagah mengikuti pelatihan mocoan lontar, kemarin malam (28/1).
Melestarikan peninggalan sejarah bisa
dilakukan dengan banyak cara. Salah satunya yang dilakukan warga Desa
Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi ini. Demi mempertahankan tradisi
mocoan lontar yang hampir punah, warga menyelenggarakan pelatihan
mocoan lontar untuk anak-anak muda.
Readmore »